cursor

Cute Poka Dotted Pink Bow Tie Ribbon

Click here for Myspace Layouts

TaTaPaN UmUm

http://www.cute-smiley.com
http://www.cute-smiley.com

Monday, December 6, 2010

KisaH waSiAt SuRat BeRaNtAi

Kita sering menerima surat tanpa nama pengirim ini dari semasa kesemasa.Surat ini juga ditabur di masjid-masjid dan tempat-tempat awam kononnya untuk menunaikan tanggungjawab menyebarkannya sebagaimana 'wasiat' di dalam surat tersebut. Amat malang dalam dunia maju sekarang ini, masih ramai yang jahil tentang perkara seremeh ini (tetapi mempunyai kesan yang amat besar kepada aqidah) . Berikut kami paparkan contoh surat berantai terkini ( yang sentiasa diubah dan ditambah) , fatwa dari ulama terkemuka Dr Yusof Qardhawi dan juga fatwa oleh Majlis Fatwa Kebangsaan.

SURAT DARI ARAB SAUDI(WASIAT UNTUK UMAT ISLAM SELURUH DUNIA)Assalamualaikum.
Ini adalah surat wasiat dari penjaga makam Nabi Muhammad S.A.W. iaitu Sheikh Ahmad (Saudi Arabia) 

Pada suatu malam ketika hamba membaca Al-Quran di makam Rasulullah S.A.W. selepas membaca lalu hamba tertidur dalam tidur hamba bermimpi di datangi Rasulullah S.A.W. lalu bersabda kepada hamba dalam 60,000 orang yang meninggal dunia di zaman ini tiada seorang pun matinya dalam keadaan yang beriman.

a) Isteri tidak mendengar suami
b) Orang kaya tidak lagi bertimbang rasa kepada orang miskin
c) Orang tidak lagi berzakat dan tidak membuat kebajikan.  

Oleh itu wahai Sheikh Ahmad hendaklah kamu menyebarkan kepada orang Islam yakni supaya membuat kebajikan kerana hari penghabisan (Qiamat) akan tiba di masa bintang terbit dari langit. Sesudah itu pintu matahari akan turun di atas kepala. 

Pesanan Hamba ini  
a) BERSELAWATLAH kepada junjungan Nabi kita Muhammad S.A.W.
b) BERTAUBATLAH Dengan segera sementara pintu taubat masih terbuka.
c) BERSEMBAHYANGLAH Kamu sebelum kamu disembahyangkan
d) BERZAKATLAH Jangan tinggalkan
e) JANGAN MENDERHAKA KEPADA KEDUA IBU BAPA Hormatilah mereka.
f) MENUNAIKAN FARDU HAJI Bila berkemampuan.  

UNTUK MAKLUMAT  

1) Seorang saudagar dari Bombay telah menerima surat ini dan beliau telah mencetak sebanyak 20 salinan dan mengirimkan kepada orang lain. Dia kemudiannya dianugerahi oleh Allah dengan mendapat keuntungan yang besar dalam perniagaannya. Seorang hamba Allah telah menerima surat ini tetapi tidak mengindahkannya dan menganggap wasiat ini palsu. Maka selang beberapa hari kemudian anaknya meninggal dunia.

2) Tan Sri Ghazali Jawi, Bekas Menteri Besar Perak secara tidak langsung dipecat dari jawatannya kerana apabila menerima wasiat ini beliau terlupa mencetak sebanyak 20 salinan untuk disebarkan kepada orang lain tetapi beliau tidak menyedari kesilapannya lalu beliau mencetak semula wasiat ini dan terus mengirimkannya kepada orang lain dan selang beberapa hari kemudian beliau telah dilantik menjadi Menteri Kabinet Perdana Menteri. 

3. Pada tahun 1977 Tun Dato' Mustafa bekas Ketua Menteri Sabah menerima surat ini kemudian mengarahkan setiausahanya mencetak sebanyak 20 salinan dan menghantar kepada orang lain maka selang beberapa hari kemudian dia telah mendapat hadiah pertama dari loteri Kebajikan Masyarakat Timur. 

4. Zulfikar Ali Bhuto telah menerima wasiat ini dan tidak percaya akan kebenarannya dan menganggap palsu lalu dibuangkan kedalam tong sampah. Seminggu kemudian beliau telah dijatuhkan hukuman pancung sampai mati. 

5. Di Terengganu, seorang pekerja bengkel kenderaan telah menerima wasiat ini dari pengirim yang tidak dikenali yang datangnya dari Perak. Lalu beliau membuat cetakan sebanyak 20 salinan seperti yang dituntut. Alhamdulillah dia dianugerahkan oleh Allah seorang gadis yang berakhlak mulia sepertimana yang dituntut oleh Islam. Baginya anugerah Allah ini paling agung dan tidak ada bandingnya.

6. Di Terengganu juga, seorang hamba Allah telah menerima wasiat ini dari orang yang tidak dikenali lalu beliau tidak mengindahkannya. Beliau mengatakan yang ianya bohong belaka dan sengaja diada-adakan untuk menakut-nakutkan orang yang membacanya. Beberapa hari kemudian dia telah mendapat penyakit yang ganjil dan penderitaannya amat menyedihkan. Setelah 3 minggu mendapat rawatan rapi di hospital, penyakitnya masih disimpannya lalu menyuruh sepupunya mencetak 20 salinan dan diedarkan kepada orang lain. Seminggu kemudian barulah beliau sembuh sehingga sekarang.

Banyak lagi contoh-contoh orang menerima wasiat ini dan tidak mempercayainya dan tidak mengedarkannya atau menyampaikannya kepada orang lain di mana mereka mendapat malapetaka. Setelah kejadian yang menggembirakan dan menakutkan ini, anda jangan lupa mencetak 20 salinan wasiat ini dan disebarkan kepada orang lain dalam masa 90 jam dari masa anda menerima wasiat ini anda akan memperolehi sesuatu dari ALLAH YANG MAHA ESA.

 PERTANYAAN:

Pada suatu saat secara kebetulan saya menerima sepucuk surat dan setelah saya baca, saya merasa bingung mengenai isinya. Karena itu, saya mohon kesediaan Ustaz untuk menjelaskan isi surat tersebut, apakah benar atau tidak. 

Surat tersebut ditandatangani oleh seorang fa'il khair (pembuat kebaikan, dermawan) yang berisi wasiat Syekh Ahmad, juru kunci makam (kubur) Rasulullah saw., yang ditujukan kepada segenap kaum muslimin di dunia timur maupun barat. Juga berisi macam-macam nasihat.  

Pada bagian akhir surat tersebut dikatakan, "Di Bombay terdapat seseorang yang memperbanyak surat tersebut dan membagi-bagikannya kepada tiga puluh orang, lalu Allah memberikannya rezeki sebanyak dua puluh lima ribu rupiah;ada pula yang membagi-bagikannya lalu ia mendapat rezeki dari Allah sebanyak enam ribu rupiah. Sebaliknya, ada pula orang yang mendustakan wasiat tersebut, sehingga anaknya meninggal dunia pada hari itu."  

Dalam surat tersebut dikatakan bahwa orang yang telah memperoleh dan membaca wasiat itu tetapi tidak menyebarkannya kepada orang lain, akan ditimpa musibah besar.  

Bagaimanakah pendapat Ustaz mengenai masalah tersebut? Apakah benar atau tidak?  

JAWABAN: Memang ramai orang yang bertanya tentang wasiat tersebut. Dan sebenarnya kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru ini, tetapi saya telah melihatnya sejak puluhan tahun lalu. Surat tersebut dinisbatkan kepada seorang lelaki yang terkenal dengan sebutan Syekh Ahmad, juru kunci makam Rasulullah saw.  

Untuk memastikan kebenaran berita yang disampaikan dalamsurat tersebut, saya pernah menanyakan kepadaorang-orang di Madinah dan di Hijaz. Saya mencari informasi mengenai orang yang disebut Syekh Ahmad itu beserta aktivitasnya. Dari informasi yang didapat, ternyata tidak da seorang pun di Madinah yang pernah melihat dan mendengar berita mengenai Syekh Ahmad ini. Tetapi sayangnya, wasiat yang menyedihkan itu telah tersebar luas di negara-negara umat Islam.  

Wasiat tersebut dengan segala isinya tidak ada arti dan nilainya sama sekali dalam pandangan agama. Di antara isi wasiat yang diasaskan pada pendapat Syeikh Ahmad yang katanya bermimpi bertemu Nabi saw. itu ialah tentang telah dekatnya hari kiamat.  

Masalah berita kedekatan kiamat ini sebenarnya tidak perlu mengikuti pendapat Syeikh Ahmad atau Syeikh Umar, karena AlQur'an telah mengatakan dengan jelas:  

"... boleh jadi hari kebangkitan itu sudah dekat waktunya." (Al Ahzab: 63)  

Begitu pula Nabi saw. telah bersabda:

"Aku dan hari kiamat diutus (secara berdekatan) seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya." (Muttafaq 'alaih dari hadits Anas dan Sahl bin Sa'ad)  

Hal lain dari isi wasiat itu ialah bahwa kaum wanita sekarang sudah banyak yang keluar rumah, dan banyak yang telah menyimpang dari agama. Masalah ini pun sebenarnya tidak perlu mengambil sumber dari mimpi-mimpi, karena kita sudah mempunyai kitab Allah dan sunnah Rasul yang sudah memuaskan untuk dijadikan pedoman. Allah berfirman:  

"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku atas kamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu ..." (Al Maa'idah: 3)  

Orang yang beranggapan bahwa Din Islam yang telah disempurnakan Allah ini masih memerlukan keterangan yang diwasiatkan oleh orang yang tidak dikenal itu, berarti dia meragukan kesempurnaan dan kelengkapan Dinul Islam. Islam telah sempurna dan telah lengkap, tidak memerlukan wasiat apa pun.  

Isi wasiat tersebut jelas memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan wasiat tersebut. Sebab, pewasiat telah mengancam dan menakut-nakuti orang yang tidak mau menyebarluaskannya bahwa ia akan mendapat musibah dan kesusahan, anaknya akan mati, dan hartanya akan habis. Hal ini tidak pernah dikatakan oleh seorang manusia pun (yang normal pikirannya), terhadap kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Al Qur'an harus menulisnya setelah itu kemudian menyebarluaskannya kepada orang lain; dan jika tidak, akan terkena musibah. Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Shahih Bukhari harus menulisnya dan menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak, akan tertimpa musibah.  

Kalau Al Qur'an dan Sunnah Rasul saja tidak begitu, maka bagaimana dengan wasiat yang penuh khurafat itu? Ini merupakan sesuatu yang tidak mungkin dibenarkan oleh akal orang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar.  

Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa si Fulan di negeri ini dan ini karena telah menyebarluaskan wasiat tersebut ia mendapat rezeki sekian puluh ribu ringgit. Semua itu merupakan khurafat dan penyesatan terhadap umat Islam dari jalan yang benar dan dari mengikuti Sunnah serta peraturan Allah terhadap alam semesta. Untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan aturannya. Adapun bersandar kepada khayalan dan khurafat seperti dalam wasiat itu adalah merupakan usaha untuk menyesatkan dan meyelewengkan akal pikiran umat Islam.  

Kita perlu menjaga dan mengawasi kaum muslimin agar tidak membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar tidak mempunyai anggapan bahwa orang yang menyebarluaskan wasiat palsu tersebut akan mendapat syafaat dari Nabi saw. sebagaimana yang dikatakan oleh penulis surat yang batil itu.  

Sesungguhnya syafaat Nabi saw. juga diperuntukkan bagi umatnya yang pernah melakukan dosa-dosa besar. Hal ini sudah disebutkan dalam hadits-hadits sahih (dan tidak perlu bersumberkan pada wasiat melalui mimpi; pent.) bahwa Rasulullah bersabda:  

"Orang yang paling berbahagia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang telah mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan perasaan ikhlas dan lubuk hatinya." (HR Bukhari)  

Kami mohon kepada Allah Azza wa Jalla semoga Ia berkenan menjadikan umat Islam mengerti tentang agama mereka. Semoga memberi petunjuk dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang lurus, serta melindungi mereka agar tidak mempercayai berbagai khurafat, khayalan, dan kebatilan.


Sebarkan kalau sayangkan umat islam!!!



  Allah...Allah...Allah...

No comments:

Post a Comment